IMG_4770.jpeg

CW// Semipublik sex, Twincest, harsh words


Di Antara malam itu sangat ramai, tapi tidak ada yang tau dimana keberadaan bartender bar tersebut saat itu.

“Apakah dia sudah pulang”

“Ku yakin beberapa menit yang lalu aku masih melihatnya mengobrol dengan pelanggan lain.”

“Ah tapi aku melihat kembarannya datang, mungkin kah mereka pulang karena alasan mendesak?”

Begitulah percakapan beberapa pelanggan yang sedang mencuci tangan di westafel Di Antara.

Pft- padahal yang sedang dibicarakan saat itu padahal ada tepat dibelakang mereka.

Di balik bilik pintu toilet yang tertutup, Sadewa dan kembarannya—Nakula, berada disana. Sangat dekat hingga tak ada jarak yang tersisa. Tangan Sadewa menutup mulut Nakula dengan rapat, hingga membuat Nakula kesulitan untuk bernafas.

Nakula ingin meronta, jelas dia kesal. Di bar seramai Di Antara pasti memiliki ruang VIP atau setidaknya kamar, kan?!

Tapi kenapa kembarannya ini begitu bodoh dan memilih untuk berhubungan badan dikamar mandi yang sempit, tempat orang berlalu lalang.